Sebagai pebisnis, Anda mungkin pernah berpikir: "Kenapa trafik (pengunjung) website saya banyak, namun angka pesanan/closing sedikit sekali?"
Fenomena ini seringkali bermuara pada akar yang sama, yaitu User Experience (UX) atau User Interface (UI) yang buruk, bertele-tele, lambat dimuat, atau navigasi yang membingungkan.
Definisi Fundamental UI/UX Secara ringkas, UI (User Interface) berurusan dengan seluruh aspek graphic design, tipografi, dan komposisi hierarki warna. Sementara UX (User Experience) berperan sebagai 'arsitektur kelancaran' pengalaman pengguna dalam menyelesaikan satu siklus tindakan spesifik pada produk (contoh: tahapan checkout berhasil).
Bagaimana UI/UX mendongkrak omzet?
- Frictionless Experience (Tanpa Gesekan): Formulir pendaftaran yang diringkas, Call To Action (CTA) yang menonjol dan memikat perhatian.
- Psikologi Warna yang Menggugah: Setiap skema gradasi warna yang diterapkan oleh designer profesional memancarkan vibe spesifik. (misal: warna biru tua di TechSoe menyimbolkan stabilitas, keamanan dan reliabilitas korporat teknologi).
- Aksesibilitas Seluler (Mobile-First): Nyatanya, 80% konsumen saat ini akan mengakses produk sistem e-commerce maupun Company Profile via genggaman smartphone. Tampilan yang cacat (not responsive) di mode HP bisa menghanguskan peluang closing seketika.
Dalam layanan perancangan di TechSoe, setiap prototipe antarmuka desain diriset berdasarkan orientasi metrik data demi menunjang omzet Anda. Kami sangat serius merekayasa fungsionalitas visual yang membuat penjelajahan klien Anda memukau sekaligus berbobot fungsional.